[Website Utama ITS]           
  » Login
Username :
Password :
  » Dosen Per Fakultas
» FMIPA
» FTI
» FTSP
» FTK
» FTIf
» Pasca Sarjana
» PENS
» PPNS
  » Publikasi Ilmiah Per Fakultas
» FMIPA
» FTI
» FTSP
» FTK
» FTIf
» Pasca Sarjana
» PENS
» PPNS
  » Pencarian
  
  
 
 
  Jurnal IDEA  
Diupload oleh : Taufik Hidayat, Drs., MT.
Pengarang : IDEA
Tahun : 2009
Dipublikasikan di :
Jenis Jurnal : Jurnal Tidak Terakreditasi
Eksternal Link : http://
Bidang Penelitian : desain dan industri kreatif
Abstrak : Al-Qur’an dan Hadist merupakan dasar untuk mendirikan bangunan masjid. Tafsir dari ayat - ayat Al-Qur’an dan Hadist sahih tersebut umumnya mempunyai visi jauh Kedepan sesuai perkembangan jaman serta lebih bersihat stimulus/ rangsangan guna untuk dipikirkan dan dikembangkan. Masjid tidak hanya sebagai tempat sholat secara sendiri (Munfarid) tetapi juga sebagai tempat sholat bersama (Jamaah), serta merupakan tempat berlangsungnya berbagai kegiatan keagamaan dan ibadah lainnya. Masjid sering juga dijuluki sebagai “Pusat ibadah dan kebudayaan Islam”. Saat ini nampaknya belum ada kesesuaian aturan dalam perwujudan bangunan masjid seperti : arti masjid, landasan/ niat untuk mendirikan bangunan masjid, lokasi bangunan masjid pada masyarakat, pendiri, pemilik, pelaksana dan donatur bangunan masjid, pemakai/ pemakmur bangunan masjid, menghargai/ mencintai bangunan masjid. Begitu pula dengan fisik bangunan masjid seperti : arah hadap shaf sholat pada bangunan masjid, tempat sholat pria dan wanita, tempat imam dan mimbar, tempat adzan dan menara, serambi, tempat wudhu/ mandi/ wc untuk pria dan wanita, bahan bangunan, bentuk/ gambar/ hiasan pada bangunan masjid. Dalam Al-Qur’an dan Hadits, tidak ditemukan ketentuan yang lengkap dan jelas tentang bentuk dan ukuran bangunan masjid yang seharusnya, tetapi memuat kaidah mengenai bagaimana beribadah dan kegiatan apa saja yang boleh atau tidak boleh dikerjakan di dalam bangunan masjid. Al-Qur’an dan Hadist merupakan dasar untuk mendirikan bangunan masjid, tapi dalam kenyataan penggunaan Al-Qur’an dan Hadist sebagai dasar perancangan bangunan masjid masih sangat terbatas. Umumnya masyarakat masih beranggapan bahwa Al-Qur’an dan Hadist hanya mengatur masalah ibadah ritual semata, padahal lebih banyak mengatur masalah kehidupan manusia didunia. Berdasar pada permasalahan tersebut di atas, tulisan ini bermaksud mencari aturan untuk mewujudkan bangunan masjid menurut tafsir ayat Al-Qur’an dan Hadist, serta melihat proses transformasi ayat tersebut kepada bangunan masjid dengan metode tafsir tematik, yaitu menetapkan tema – tema yang berhubungan dengan masjid, kemudian dilihat/ diidentifikasi dengan tafsir ayat Al-Qur’an dan Hadist beserta riwayat/ penjelasan turunnya, kemudian disarikan. Proses ini ditanyakan/ diujikan/ disahkan pada ulama baik dari kalangan akademik maupaun profesional.
File : [ BANGUNAN MASJID MENURUT AL QURAN DAN HADIST _DRS.PDF ]
Copyright © 2010 - Institut Teknologi Sepuluh Nopember        Desain dan Perawatan: Tim Webmaster ITS (webadmin[at]its.ac.id)