[Website Utama ITS]           
  » Login
Username :
Password :
  » Dosen Per Fakultas
» FMIPA
» FTI
» FTSP
» FTK
» FTIf
» Pasca Sarjana
» PENS
» PPNS
  » Publikasi Ilmiah Per Fakultas
» FMIPA
» FTI
» FTSP
» FTK
» FTIf
» Pasca Sarjana
» PENS
» PPNS
  » Pencarian
  
  
 
 
  PENGARUH TATA LETAK INSTRUMEN GAMELAN JAWA DI PANGGUNG PENDHAPA ISI SURAKARTA TERHADAP PARAMETER AKUSTIK BAGI PENGENDANG  
Diupload oleh : Suyatno, M.Si.
Pengarang : Suyatno, Harijono A. Tjokronegoro , IGN Merthayasa, R. Supanggah
Tahun : 2013
Dipublikasikan di :
Jenis Jurnal : Jurnal Terakreditasi
Eksternal Link : http://
Bidang Penelitian : acoustics on traditional musics (gamelan)
Abstrak : Intisari- Dalam paper ini dibahas analisa parameter akustik tataletak instrumen Gamelan Jawa bagi salah satu pemain Gamelan, yaitu Pengendang (pemain kendang). Pada permainan atau pagelaran Gamelan Jawa, pemain kendang adalah seniman yang seringkali bertindak seolah-olah sebagai konduktor. Sebagai pemimpin, pengendang bertugas mengatur ritme dan tempo permainan didasarkan pada respon yang diterima oleh telinga kiri dan kanan (IACC). Berdasarkan persepsi nada-nada yang didengarnya, pemain kendang memberikan komando melalui nada-nada kendang yang dimainkan. Nada-nada yang dihasilkan oleh instrumen gamelan menyebabkan medan suara dengan karakteristik tertentu. Karena sifatnya, secara teoritis medan suara yang dihasilkan oleh masing-masing instrumen untuk sampai ke pemain sangat dipengaruhi oleh karakter ruang dimana permainan dilakukan. Dalam penelitian ini, sebagai panggung pagelaran adalah Pendhapa ISI Surakarta. Pendhapa ISI Surakarta merupakan ruang pagelaran semi terbuka yang menghasilkan lebih banyak bunyi langsung untuk sampai pada pendengar terutama bagi pemain. Dari penelitian ini diperoleh nilai parameter akustik yang didengarkan oleh Pengendang pada permainan gending “Gambyong Pareanom” adalah Listening Level sebesar 98 dB, Tau-e sebesar 24.9 ms, tau-1 sebesar 2 ms serta IACC sebesar 0,81. Nilai ini menunjukkan bahwa pagelaran Gamelan Jawa pada Pendhapa ISI Surakarta menghasilkan karakter akustik tertentu. Namun karakteristik tersebut ‘belum’ menunjukkan preferensi optimum yang dibutuhkan oleh pemain kendang. Untuk itu, diperlukan pengujian lebih lanjut berbasis psiko dan phisio akustik agar dapat menjamin komunikasi antar pemain melalui nada-nada.
File : [ PDF ]
Copyright © 2010 - Institut Teknologi Sepuluh Nopember        Desain dan Perawatan: Tim Webmaster ITS (webadmin[at]its.ac.id)